Posting Hari ini
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label HARTA KARUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARTA KARUN. Tampilkan semua postingan

Harta Gubernur Sumatera Utara Rp 7,6 M

(JAKARTA) - Jumlah Harta Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin per 31 Desember 2001 Rp 4.700.967.590 kemudian 21 Januari 2008 naik menjadi Rp 7.006.246.297. Syamsul telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Pemerintahan Kabupaten Langkat, saat dirinya menjadi menjabat sebagai Bupati.

Berikut perincian harta kekayaan Syamsul Arifin per 31 Desember 2001 hingga 21 Januari 2008 sebagaimana Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara (LHKPN) yang dilansir KPK :

Tanah seluas 14.784m2, di kabupaten Deli Serdang, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 1978, 31 Desember 01 Rp206.976.000, 21 Januari 2008 Rp 260.000.000.

Tanah dan bangunan seluas 1.800 m2 dan 600 m2, di Kabupaten Deli Serdang yang berasal dari hasil sendiri, perolehan 1994, 31 Desember 2001 Rp488.400.000, 21 Januari 08 Rp1.024.800.000.

Tanah seluas 422 m2 di kabupaten Langkat, berasal dari hibah perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp305.000.000, 21 Jan 2008 Rp67.520.000.

Tanah seluas 9.815 m2 di kabupaten Langkat, hasil sendiri perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp98.150.000, 21 Januari 2008 Rp196.300.000.

Tanah dan bangunan seluas 83m2 dan 228 m2 di kota Medan yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2000, 31 Desember 2001 Rp100.000.000, 21 Jan 2008 Rp 266.219.000.

Tanah seluas 5.004 m2, di kabupaten Deli Serdang, berasal dari hasil sendiri tahun 2000, 31 Desember 2001, Rp70.056.000, 21 Januari 2008 Rp320.256.000.

Tanah seluas 660 m2, di kabupaten Langkat berasal dari hasil sendiri perolehan 2000, 31 Desember 2001 Rp10.000.000, 21 Januari 2008 Rp67.980.000.

Peternakan 50 ekor sapi hasil sendiri perolehan 2006 Rp480.000.000. Sedangkan harta bergerak lainnya Logam mulia, berasal dari hasil sendiri perolehan 1993-2004, 31 Desember 2001 Rp 66.410.000, 21 Januari 2008 Rp106.536.000.

Batu mulia hasil sendiri perolehan 2004, 31 Desember 2001 Rp 96.435.000, 21 Januari 2008 Rp587.906.000. Surat berharga Tahun investasi 2007, berasal dari hasil sendiri Rp1.500.000.000.

Sementara Giro dan setara kas lainnya, yakni hasil sendiri 31 Desember 2001 Rp2.204.540.590, 21 Januari 08733.163.297. Berasal dari hibah Rp1.000.000.000.


Berita lainnya :
---------------------------------------------------------------------------------------------------

















---------------------------------------------------------------------------------------------------
0 komentar

Deposit Lelang Harta Karun $16 Juta USD

web
(JAKARTA) - Sangat pantastis. Deposit lelang harta karun peninggalan Kerajaan Tiongkok dan Kerajaan Persia dipatok sebesar $16 juta USD. Harta karun tersebut pada 5 Mei ditaksir seharga Rp 720 miliar.

Namun, meski banyak yang tertarik pada harta karun yang dilelang itu, masih belum satupun di antaranya mendaftar sebagai peserta dengan menyetor deposit sebagai syarat utamanya.

Hal itu diakui oleh Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) Sudirman Saad, Senin (3/5/2010).

"Saya sudah dihubungi banyak orang. Tapi yang menyetorkan deposit masih belum ada," katanya, sembari mengakui bila besarnya deposit yang harus disetor dikarenakan UU menyaratkan demikian.

Jumlah harta karun yang dilelang sebanyak 271 ribu keping dan dijual dengan sistem lot. Pendaftaran peserta lelang sendiri berakhir hari ini.

Harta karun itu sendiri, diangkat dari perairan Laut Jawa dan utara Cirebon, juga melibatkan ahli dari Belgia, Luc Heymans.

Heymans menyatakan, temuan itu adalah salah satu yang terbesar yang ditemukan di Asia dan sebanding dengan Atocha, kapal Spanyol yang tenggelam di Florida 1622.

Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976.

"Pada waktu itu ada banyak perdagangan yang terjadi di antara Arab dan India dan datang ke Jawa dan Sumatra," kata Heymans, dilansir kantor berita AFP.

Heymans meyakini di dalam kapal yang karam itu terdapat duta besar karena begitu banyak ditemukan porselin kekaisaran China.

Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), barang-barang Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar.

Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.


Berita lainnya :
------------------------------------------------------------------------------------------------


















------------------------------------------------------------------------------------------------
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. LIPUTAN KHAS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger